DICARI AGEN XAMTHONE PLUS - XAMSLIMER DI SELURUH INDONESIA CALL 085227044550


Khasiat Dibalik Asam Manis Sirsak

TRIBUNNEWS.COM - Sirsak ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengobatan. Berbagai manfaat buah sirsak dipercaya bermanfaat untuk terapi. Sirsak bisa untuk pengobatan batu empedu, asam urat dan meningkatkan nafsu makan.

Dr. Rizali H. Nasution menjelaskan, sirsak memiliki kandungan vitamin yang lengkap, mineral, protein, juga karbohidrat (pati). Buah ini dipuji juga karena kandungan kalsium, zat besi, dan fosfor yang tinggi. Seratnya yang tinggi sangat baik untuk melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.

Kandungan nutrisi buah sirsak memang cukup banyak. Dalam setiap 100 gram buah, terdapat Energi 65,00 kal, zat besi 0,60 mg, protein 1,00 gr, vitamin A 1,00 RE, lemak 0,30 gr, vitamin B1 0,07 mg, karbohidrat 16,30 gr, vitamin B2 0,04 mg, kalsium 14,00 mg, vitamin C 20,00 mg, fosfor 27,00 mg dan nacin 0,70 mg, Serat 2,00 gr.

RISET KANDUNGAN DAN KHASIAT SIRSAK

Berdasarkan riset terhadap kandungan fitokimia sirsak, tanaman ini memiliki berbagai macam khasiat untuk pengobatan penyakit seperti :

NO

SIFAT

KETERANGAN

1

Antibakteri

Menghambat perkembangan bakteri

2

Antiviruss

Menghambat perkembangan virus

3

Antikanker

Menghambat perkembangan kanker

4

Antitumor

Menghambat perkembangan tumor

5

Antiparasit

Menghambat perkembangan parasit

6

Antimalaria

Antimalaria

7

Antileishmania

Antileishmania

8

Antipasmodik

Zat yg bersifat merelaksasi otot polos

9

Antikonfulsan

Antikejang

10

Astrigen

Zat yang bersifat mengerutkan/menciutkan selaput lendir

11

Sitotostik

Sifat meracuni sel

12

Antimutagenik

Zat yang bersifat menghambat mutasi gen

13

Analgetik

Zat yang dapat meredakan rasa nyeri / sakit

14

Antiinflamasi

Zat yang bersifat menekan peradangan

15

Febrifuge

Zat yg bersifat menurunkan demam

16

Hipotensif

Zat yang bersifat menurunkan tekanan darah

17

Hipoglikemik

Zat yang bersifat menurunkan kadar gula darah

18

Insektisida

Membunuh serangga

19

Nervin

Menguatkan syaraf / tonik syaraf

20

Kardiodepresan

Menekan aktivitas jantung

21

Emetik

Merangsang muntah

22

Galakt0gogue

Zat yg dapat meningkatkan produksi asi

23

Pescisida

Zat yg dapat meracuni ikan, sejenis tuba

24

Pedikulosida

Zat yg bisa membunuh kutu

25

Sedatif

Zat yg bersifat menenangkan

26

Stomakik

Zat yg menguatkan lambung dan menambah nafsu makan

27

Vasodilator

Zat yg bersifat melebarkan pembuluh darah

28

Vermifuge

Zat yg dapat membunuh cacing usus

29

Diuretik

Peluruh airseni

30

Tranquilizer

Zat yg bersifat menenangkan

31

Uterotonik

Zat yg dapat mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu tanaman

Sumber : Dasyatnya Sirsak Tumpas Penyakit, Dr. Adji Suranto, Sp.A. hlm. 20-21.

www.kebunsirsak.blogspot.com

===

KHASIAT SIRSAK

Sirsak sebagai tanaman obat, terutama daun dan bijinya, secara tradisional digunakan untuk mencegah dan mengobati beberapa penyakit berikut, insya allah setelah 20 hari bisa dilihat kesembuhannya.
  1. Kanker otak
  2. Kanker Hipofaring
  3. Kanker Rongga Hidung dan sinus paranasal
  4. Kanker Esofagus
  5. Kanker Nasofaring
  6. Kanker Orofaring
  7. Kanker Bibir dan Rongga Mulut
  8. Kanker Laring
  9. Kanker Indung Telur ( Ovarium )
  10. Kanker Uterus ( Endometrium )
  11. Kanker Mulut Rahim ( Serviks )
  12. Kanker Pyudara ( Mammae )
  13. Kanker Kolektoral ( Kolon )
  14. Kanker Darah ( Leukemia )
  15. Kanker Kulit
  16. Kanker Jaringan Lunak
  17. Kanker Getah Bening ( Limfoma )
  18. Kanker Tulang
  19. Kanker Kandung Kemih
  20. Kanker Prostat
  21. Kanker Testis
  22. Kanker Paru
  23. Kanker Hepar
  24. Kanker Lambung
  25. Kanker Pankreas
  26. Kanker Ginjal
  27. Diabetes Mellitus
  28. Hipertensi
  29. Tulang persendian nyeri/ngilu/kaku
  30. Maag
  31. Ambeien
  32. Anyang - Anyangan
  33. Sakit Kandung Kemih
  34. Bisul
  35. Mencret Pada Balita
  36. Kejang - Kejang
  37. Sakit Pinggang
  38. Asam Urat
  39. Pembengkakan di kaki / Badan
  40. Cacar
  41. Gatal - Gatal
  42. Disentri
  43. Demam, Relaksasi dan Mudah Tidur
  44. Reumatik
  45. Menjaga Stamina
  46. Keputihan
  47. Flu
  48. Kesemutan
  49. Melancarkan Darah pada Stroke Ringan
  50. Kolesterol
  51. Bisul
  52. Menghilangkan Kutu Kepala
  53. Batuk
  54. Dermatitis
  55. Mengurangi Pendarahan
  56. Borok Luka
  57. Pencernaan lemah
  58. Laktasi
  59. Demam
  60. Flu
  61. Jantung
  62. Parasit
  63. Penenang
  64. Lemas
  65. Kurang Giji
  66. Asma
  67. Tumor
  68. Parasit Cendawan
  69. Sakit Gusi
  70. Ginjal
  71. Bisul Perut
  72. Analgesik
  73. Antipasmodik
  74. Gangguan Hati
  75. Pembersih Darah
  76. Busung
  77. Saraf
  78. Penguat Jantung
  79. DLLN.
Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

Daun Sirsak Vs Metastasis Kanker Pita Suara

daun%2Bsirsak%2Bonline Daun Sirsak Vs Metastasis Kanker Pita Suara
Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Sore itu, saat sedang menggoda 2 cucu ciliknya tiba-tiba dada Ng Tung Hauw sesak. Lehernya seperti tercekik, sulit bernapas, dan kakinya lemas. Dalam hitungan detik tubuh Hauw ambruk ke lantai. Di lantai keramik putih itu wajahnya tampak biru lebam. Sontak suasana yang awalnya ceria berubah mendung. Semua penghuni rumah panik. Sang anak lalu membopong Hauw ke mobil untuk dibawa ke rumahsakit.

Beruntung sepanjang perjalanan tidak ada kemacetan. Selang 30 menit mobil bercat hitam tiba di sebuah rumahsakit di Kelapagading, Jakarta Utara. Hauw langsung dibawa ke unit gawat darurat (UGD). Di sana perawat memasangkan masker oksigen untuk membantunya bernapas. Tetap saja pria 66 tahun itu sulit bernapas. Celakanya, denyut nadi Hauw semakin lemah. Wajahnya kian membiru serta tangan dan kakinya mulai terasa dingin. “Saya nyaris meninggal,” kenang Hauw.

Segera saja Hauw dilarikan ke ruang intensive care unit (ICU). Dokter menyatakan ada massa yang mengganjal di bagian laring atau kotak suara Hauw. Menurut Prof dr Bambang Hermani, Sp. THT-KL(K), dosen Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan (THT), Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, laring salah satu organ vital. “Organ itu bertugas mempertahankan jalan pernapasan, melindungi jalan pernapasan dan paru paru, serta membantu mengatur sirkulasi udara. Laring juga sumber suara atau fonasi, membantu proses menelan, dan mengekspresikan emosi,” ujar Bambang.

Perokok berat

Dokter kemudian melakukan laryngoscopy - memasukkan semacam cermin ringan dan kecil ke belakang tenggorokan - untuk melihat kondisi tenggorokan. Dari cermin itu terlihatlah benjolan yang mengganggu jalan pernapasan. Contoh jaringan yang mengganggu diambil (biopsi) untuk diteliti. Hari itu juga Hauw menjalani operasi pemasangan stoma permanen di leher untuk bernapas.

Keesokan hari, pukul 21.00 WIB, hasil lab contoh jaringan keluar. Dari hasil lab dokter menvonis Hauw mengidap kanker pita suara stadium 4 tipe supraglotik yang agresif menyebar. Tipe lain, glotik lebih lambat menyebar tapi kerap menyebabkan penyebaran ke subglotik. Vonis itu bak petir di siang bolong. “Kami tidak memberitahukan berita itu ke Papa. Takut Papa down dan stres,” ujar Hen Wie, putra ke-3 dari 4 bersaudara. Saran dokter, “Pita suara harus diangkat agar sel kanker tidak metastasis atau menyebar,” imbuh Hen Wie.

Sebelumnya Hauw memang pernah divonis tumor pita suara saat berobat ke Hongkong pada September 2009. Gejalanya sama, ia kerap sulit bernapas. Namun, saat itu dokter menyatakan tumor yang bersarang di pita suara kanan Hauw jinak. “Menurut dokter tumor bisa saja tidak dioperasi tapi dapat ditangani dengan mengonsumsi obat-obatan,” kenang Hen Wie. Hauw memilih mengonsumsi obat-obatan. Setelah seminggu dirawat, Hauw kembali ke tanahair. Kondisinya membaik dan dapat bernapas lega.

Tak dinyana, selang 5 bulan tumor jinak itu malah berbalik menjadi ganas. Kakek 11 cucu itu terancam kehilangan pita suara. Seharusnya operasi pengangkatan pita suara dilakukan seminggu setelah operasi pertama. Namun kondisi Hauw lemah, ia kekurangan albumin sehingga operasi diundur. Normalnya, kadar albumin dalam darah 3,5 sampai 5 g/ dL. Untuk mendongkrak albumin Hauw mengonsumsi obat berupa sirup satu sendok sehari.

Albumin normal diperoleh setelah menghabiskan 8 botol sirup seharga Rp2,4-juta per botol. Malam sebelum hari raya Imlek, 13 Februari 2010, harusnya dilewati Hauw dengan makan bersama keluarga. Ia malah terbaring di meja operasi selama 2 jam. Hauw pasrah tidak dapat bersuara alias afoni usai operasi. “Yang penting sehat dan bisa bernapas,” kata Hauw. Untuk bersuara Hauw berlatih teknik esophageal speech. Caranya, menelan udara dan mengumpulkannya dalam esophagus (lambung) lalu perlahan dikeluarkan untuk menghasilkan suara.

Serak

Seminggu pascaoperasi barulah Hauw tahu operasi itu untuk mengangkat sel kanker. Prevalensi kanker laring memang jarang. Namun, bila tidak ditangani dengan benar dapat berujung kematian. Di bidang kesehatan telinga, hidung, tenggorokan (THT) kanker itu menempati urutan teratas di beberapa negara Eropa seperti Italia, Jerman, Perancis, dan Polandia. Data European Cancer Observatory pada 2008 jumlah penderita kanker laring di Italia mencapai 4.342 orang, Jerman 4.107 orang, Perancis 3.434 orang, dan Polandia 3.259 orang.

Ryan P. Smith, MD dan Christine Hill-Kayser, MD, di The Abramson Cancer Center of the University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 2008 melaporkan sebanyak 12.000 kasus kanker laring muncul di Amerika per tahun. Sebanyak 4.200 kasus berujung kematian. “Di Indonesia belum ada data pasti. Namun di bidang THT menempati urutan kedua setelah nasofaring,” kata Bambang.

Sejatinya keganasan laring dapat dideteksi sejak dini. Gejala awalnya berupa suara serak. “Bila suara serak lebih dari 2 minggu pertanda adanya infeksi atau tumor pada laring,” kata Bambang. Itulah yang dialami Hauw. Mantan pengusaha tambang itu mengira ia kelelahan sehingga suaranya serak. Suara semakin parau sampai tak ada satu pun kata yang keluar dari mulut Hauw. Infeksi atau kehadiran tumor membuat pita suara tidak teratur sehingga kerjanya terganggu. Kehadiran benda asing atau pun radang menyebabkan penyempitan celah pita suara.

Ujung-ujungnya sulit bernapas. Menurut Bambang sesak napas atau dispnea serta napas berbunyi (stridor) merupakan gejala akibat gangguan jalan napas oleh massa tumor. Hal itu sekaligus tanda tumor memasuki stadium lanjut. “Perluasan tumor dapat menyebabkan disfagia atau sulit menelan, batuk, sampai batuk berdarah. Namun itu tergantung perluasan tumor,” ujar Bambang.

Gara-gara rokok

Sebetulnya penyebab pasti kanker laring belum diketahui. Namun, ada berbagai faktor pemicu munculnya kanker laring. “Faktor utama adalah rokok,” kata Bambang. Pengamatan Bambang di rumahsakit Carolus dan RS Proklamasi, sekitar 80 - 90% penderita kanker laring adalah perokok berat. Umumnya penderita menghabiskan 1,5 - 2 bungkus rokok per hari. Sebungkus rokok berisi 12 batang. Penyebab lain adalah berlebihan mengonsumsi minuman beralkohol. Kombinasi keduanya melecut risiko sampai 40 kali lipat.

Selain rokok dan alkohol, iritasi debu kayu, asbes, produk tar, dan debu industri kimia juga melecut munculnya kanker kotak suara. Semua itu mengandung radikal bebas. Radikal bebas memicu kemunculan sel kanker. Menurut dr Nany Leksokumoro, MS, SpGK, ahli gizi klinis di rumahsakit Family, Pluit Mas, Jakarta Utara, radikal bebas dapat ditekan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Yang utama cukup serat. “Serat sumber antioksidan yang dapat melawan radikal bebas,” kata Nany.

Idealnya, kebutuhan serat sekitar 32 - 34 g/hari. Serat dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah dan sayuran 3 - 5 kali per hari. Pencegahan lain, pastikan tenggorokan tidak kering. Musababnya, cairan menjaga lendir di tenggorokan tidak terlalu banyak sehingga mudah dibersihkan. Dengan demikian peluang iritasi bakteri atau virus kecil.

Kebanyakan kanker laring menyerang laki-laki atau perbandingan 11 : 1 dengan perempuan. “Rata-rata menyerang laki-laki berusia 50 tahun-an. Namun, kini usia penderita semakin muda. Bahkan ada yang berusia 22 tahun,” kata Bambang. Bukan berarti perempuan terbebas dari kanker laring. Pengataman Bambang setiap tahun jumlah perempuan mengidap kanker laring semakin meningkat. Sebab perempuan masa kini banyak yang merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Secara medik penanganan kanker laring sama seperti kanker lain, yaitu melalui operasi, radiologi, dan kemoterapi. Atau kombinasi 2 atau 3 tindakan tersebut. Tindakan itu tergantung stadium perluasan invasi tumor berdasarkan klasifikasi TNM (ukuran tumor, node - kelenjar getah bening regional, dan metastasis). Pada stadium I tumor dihilangkan dengan radiologi atau penyinaran. Operasi dan kemoterapi dilakukan pada stadium 2 sampai lanjut.

Metastasis

Pada stadium lanjut - di atas stadium 2 - sel kanker metastasis. Biasanya menyebar ke getah bening sehingga menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di leher. Sel kanker juga dapat metastasis ke organ tubuh lain seperti paru-paru, hati, dan ginjal.

Pascapengangkatan pita suara sebetulnya Hauw dinyatakan bersih. Maksudnya sel kanker pita suara tidak metastasis. Namun, 3 bulan pascaoperasi pengangkatan organ, Hauw kembali sulit bernapas. Ia lalu memeriksakan diri ke rumahsakit di Jakarta Pusat. Hasil rontgen menunjukkan ada benjolan sebesar pilus bersarang di saluran pernapasaan dekat paru-paru. Benjolan yang menghalangi saluran udara itu tak lain adalah sel kanker stadium lanjut. Untuk menghilangkannya ia harus menjalani radiologi (penyinaran).

Kelenjar getah bening di leher pun membesar. Padahal kelenjar getah bening salah satu sistem pertahanan tubuh. Pembesaran dapat terjadi karena peradangan disebabkan masuknya sel-sel ganas.

“Itu bisa saja terjadi. Salah satunya karena operasi sebelumnya tidak bersih sehingga masih ada sel kanker yang tertinggal,” imbuh Bambang. Menurut Bambang sel tertinggal kemungkinan karena tidak terdeteksi saat pemeriksaan. Itu sebabnya, sepekan pascakemoterapi pasien stadium lanjut sebaiknya menjalani radiologi supaya benar-benar bersih, Itu pun peluang terkena kanker masih ada. Maklum, kanker bisa tumbuh kapan saja.

Itu sebabnya pasien perlu rutin kontrol ke dokter. “Umumnya bila selama 5 tahun kanker tidak muncul pasien dapat dinyatakan terbebas dari kanker,” tambah Bambang. Nah, untuk mencegah kembalinya kanker Bambang menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan berpengawet.

10 lembar daun sirsak

Hauw sudah siap menjalani radiologi tapi keinginan itu batal. Awal Juli 2010, Hauw mengikuti saran keluarga untuk berobat pada seorang dokter sekaligus herbalis di Jakarta Barat. Hauw dianjurkan mengonsumsi rebusan daun sirsak segar. Hauw merebus 10 lembar daun sirsak dalam 2 gelas air. Setelah mendidih menjadi segelas dan diminum sekali setiap hari. Sepekan pertama Hauw masih kesulitan bernapas. Napasnya mulai lega setelah 30 hari rutin menyeruput daun sirsak.

Menurut dr Zainal Gani, dokter dan herbalis di Malang, Jawa Timur, kandungan acetogenins dalam sirsak berperan melawan sel kanker. “Daun sirsak mengendalikan kerja mitokondria yang berlebihan mensintesis protein. Protein sumber energi kanker untuk tumbuh dan berkembangbiak,” ujar Zainal.

Riset Joabe Gomes de Melo dan rekan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecelus, 24 November 2010, menyebutkan sirsak salah satu dari 4 jenis tanaman di Brasil seperti Lantana camara dan Mentzelia aspera yang mengandung antioksidan tinggi dan memiliki efek sitotoksik. Percobaan dilakukan secara in vitro dengan mengambil sel line kanker laring dan paru-paru.

Awalnya, daun sirsak diekstrak dengan methanol menjadi 300 mL selama 72 jam. Percobaan secara in vitro itu menunjukkan ekstrak daun sirsak mengandung antioksidan pada IC50 bernilai 221,52 ± 16,12 µg/mL. Antioksidan itu yang melawan kerja sel kanker. Uji sitotoksik menunjukkan ekstrak daun sirsak memiliki IC50 kurang dari 1.000 ppm. Pada sel line kanker laring nilainya 54,92 ± 1,44% dan sel kanker paru-paru 24,94 ± 0,74%. Artinya, daun sirsak berpotensi sebagai antitumor.

Selain daun sirsak, Hauw meminum beragam ramuan tradisional seperti sambiloto, keladitikus, dan temuputih. Semua obat itu telah dikemas dengan beragam bentuk seperti serbuk dan kapsul. Semua ramuan di luar kapsul digodok untuk 3 kali minum per hari. Selama pengobatan itu ia berpantang terutama makan daging-dagingan dan ikan air tawar. Itu karena daging sumber protein dan energi bagi sel kanker untuk berkembangbiak. “Ikan laut masih dapat dikonsumsi,” kata Hauw.

Hasilnya, setelah 1 - 2 bulan rutin menyeruput rebusan daun sirsak dan ramuan godok kanker mengecil. Terbukti, sewaktu diteropong di rumahsakit Pantai Indah Kapuk, sel kanker di saluran paru-paru mengecil bahkan nyaris tidak ada. Cairan kelenjar getah bening yang dulunya menumpuk di bawah dagu semakin berkurang mendekati normal. Memang sampai saat ini Hauw masih berjuang menuntaskan kanker hasil metastasis. Namun, yang jelas Hauw kini dapat bernapas lega tanpa menjalani radiologi. Bobot tubuhnya pun kembali normal. Maklum, sejak dinyatakan kanker, bobotnya susut dari 75 kg menjadi 62 kg. (Lastioro Anmi Tambunan

)

sumber : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5272:daun-sirsak-vs-metastasis-kanker-pita-suara&catid=81:topik&Itemid=520

Pembebas Derita Kanker Usus

Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

“Oeekk…!!!” Muntah berupa kotoran itu puncak derita Dharma Adhi. Dua belas hari kesulitan buang air besar, dokter memvonis Dharma menderita kanker usus.


Dharma Adhi, sebut saja demikian namanya, mulai mengeluhkan sembelit sejak Oktober 2009. Mula-mula frekuensi buang air besar berkurang, dan tak tuntas. “Seolah masih ada yang mengganjal dan tersisa,” tutur ayah 2 anak itu. Kian hari bahkan ia tidak dapat berhajat sama sekali. Dua pekan berlalu, perut Dharma pun membuncit.

Wina Sundari, sang istri, bergegas membawa Dharma ke unit gawat darurat sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat. Doker jaga menyarankan Dharma mengonsumsi larutan garam inggris. Epsom salt - karena berasal dari Epsom, Surrey di Inggris - itu mengandung magnesium sulfat dan kerap digunakan sebagai pencahar. Garam inggris meningkatkan kadar air dalam usus sehingga kotoran melembek dan mudah dikeluarkan.

Setengah jam setelah mereguk 2 sendok makan larutan garam inggris, mulas pertanda hendak buang air besar tak kunjung datang. Dharma kembali meminum larutan garam inggris dan menunggu 30 menit. Lagi-lagi belum ada hasil. Pun setelah ia minum sekali lagi dan menunggu 30 menit berikutnya. Pada Sabtu sore itu dokter akhirnya menyarankan Dharma untuk menjalani rontgen pada Senin. Pemeriksaan itu untuk mengetahui lebih pasti penyebab Dharma konstipasi.

Kanker menyebar

Senin pagi, Dharma menjalani rontgen. Sembari menunggu hasil pemeriksaan keluar, ia kembali disarankan untuk mengonsumsi larutan garam inggris. Pria berambut putih itu menurut. Ia mulai meminum garam inggris pukul 11 siang. Karena tidak ada reaksi, selang 2 jam kemudian, larutan garam inggris kembali ia konsumsi.

Tak ada hasil, Dharma pun menelepon ke rumahsakit dan disarankan untuk menghabiskan konsumsi larutan garam inggris. Total jenderal ia hari itu menghabiskan 6 gelas larutan garam inggris. Tak tahan penderitaan itu, Dharma meminta sang istri menyiapkan baju dan bersiap pergi ke rumahsakit. “Kata bapak lebih baik opname di rumahsakit, jika terjadi sesuatu mudah ditangani,” kata Wina.

Sesampainya di rumahsakit, lagi-lagi pria kelahiran 14 Maret itu diminta mengonsumsi larutan garam inggris. “Melihatnya saja sudah mual,” tuturnya. Setelah meminum 2 gelas larutan itulah tiba-tiba ia memuntahkan kotoran dari mulut. Hasil rontgen menunjukkan sebuah benjolan sebesar telur ayam di usus besar dan menghalangi keluarnya tinja.

Dharma pun menjalani operasi pengangkatan tumor. Usus besarnya pun turut dibuang sepanjang 20 cm. Setelah istirahat selama 7 hari di rumahsakit dan menghabiskan biaya Rp50-juta, pria 67 tahun itu diperbolehkan pulang. Sebuah plastik kolostomi untuk menampung kotoran dipasang di bagian pinggang.

Menurut dr Nano Sukarno di Majalengka, Jawa Barat, perubahan pola defekasi (pengeluaran kotoran) menjadi lebih jarang, buang air besar berdarah, bobot badan turun, anemia, serta nyeri pada bagian perut merupakan beberapa indikasi terjadinya kanker usus. Normalnya waktu transit makanan mulai dari konsumsi hingga dikeluarkan lagi melalui feses tidak melebihi 48 - 72 jam. Oleh karena itu kewaspadaan dini dengan memeriksakan diri ke dokter merupakan hal yang dianjurkan.

Hasil pemeriksaan pascaoperasi menunjukkan kanker usus stadium 3b yang diderita Dharma telah menjalar ke paru-paru dan liver. Di paru-paru terdapat 4 bercak berukuran 5 - 7 mm. Sementara di liver ada 3 bercak mencurigakan. Nilai CEA carcio embryonic antigen 8 ng/ml, kadar normal 5 ng/ml.

Pola hidup

Menurut The Gale Encyclopedia of Cancer, CEA merupakakan antigen tumor yang ditemukan dalam darah penderita kanker terutama usus besar, payudara, kandung kemih, leher rahim, dan indung telur. Nilai CEA digunakan sebagai penanda perkembangan sel kanker pascaoperasi. “Jika CEA naik pertanda sel kanker kambuh atau menyebar ke organ lain,” tutur dr Sunarto Reksoprawiro SpB(K) Onk, ahli bedah onkologi di rumahsakit dr Soetomo, Surabaya. Pertumbuhan sel kanker yang cepat ibarat mengudeta sel normal.

Dr Aru Wisaksono Sudoyo SpP, KHOM, FCAP, FINASIM dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, menuturkan kanker usus dipicu oleh beberapa faktor seperti usia, kurangnya konsumsi buah dan sayur, merokok, asupan tinggi lemak, riwayat kanker keluarga, serta kelebihan bobot badan. “Semakin bertambahnya usia, risiko terkena kanker usus meningkat,” ujar Aru. Kanker usus besar umumnya ditemukan pada pasien usia 50 - 60 tahun ke atas. “Namun, di Indonesia didapat angka berbeda dan meresahkan,” kata Aru. Di negara maju, Amerika Serikat dan Uni Eropa, pasien kanker usus besar yang berusia 40 tahun hanya berkisar 3 - 6%, di Indonesia 30% lebih. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi kanker usus mencapai 1,8 per 100.000 penduduk.

Faktor utama memicu timbulnya kanker adalah gaya hidup tidak sehat. Makanan tinggi lemak misalnya, memerlukan asam empedu untuk pemrosesannya. “Semakin banyak konsumsi lemak dan lambatnya perjalanan makanan ke lambung karena kurang konsumsi serat menyebabkan asam empedu terlalu lama kontak dengan usus besar. Hasilnya terjadi iritasi pada dinding usus besar yang dapat berkembang menjadi kanker atau pertumbuhan sel ganas,” papar Aru.

Kanker, imbuh Aru, juga muncul akibat kerusakan gen oleh unsur lingkungan. Termasuk di dalamnya paparan polusi asap dan bahan makanan. “Karena usus berperan sebagai “penerima” bahan makanan dari luar, maka kejadian kanker usus dianggap paling banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan,” kata ahli kanker kolon itu.

Hal serupa diamini dr Oetjoeng Handajanto, ahli terapi kolon di Bandung, Jawa Barat. Faktor lingkungan termasuk di dalamnya gaya hidup tidak sehat menjadi pencetus terbesar kanker usus. “Bisa dikatakan 50% timbulnya kanker akibat lingkungan serta gaya hidup tidak sehat,” tutur Oetjong. Persis gaya hidup Dharma yang gemar mengonsumsi daging, kurang serat, merokok, serta jarang berolahraga.


Terus naik

Pilihan pengobatan yang disodorkan kepada Dharma adalah menjalani kemoterapi. Namun, ia tegas menolak. Pengalaman menyaksikan kerabatnya mengalami rambut rontok dan badan lemas akibat kemoterapi masih membekas kuat dalam ingatannya. Ia memilih berobat pada seorang dokter di Bandung dan disarankan banyak menyantap makanan kaya serat dan rendah lemak. “Pantangannya daging merah seperti ayam atau kambing,” tutur Dharma. Pemeriksaan pada akhir Desember 2009 kadar CEA turun jadi 7,5 g/ml. Namun, kegembiraan tidak berlangsung lama. Pada Januari 2010 kadar CEA naik jadi 8,75 g/ml. Bahkan pada April 2010 melonjak jadi 9,84 g/ml.

Melihat itu jantung Dharma seolah berhenti berdetak, sel kanker ternyata terus mengganas. Mengikuti saran seorang kerabat, ia pun terbang ke sebuah rumahsakit di Singapura. Lagi-lagi dokter menyarankan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dengan biaya Rp180-juta. “Saya tolak karena tidak ada jaminan sembuh setelah kemoterapi,” ungkapnya. Namun, kadar CEA-nya naik kembali jadi 11,60 g/ml pada April 2010.

Di tengah kebingungan, ia menerima saran untuk mengonsumsi ramuan herbal tiongkok. Ia meminum seduhan 1 sendok makan ramuan dengan ¾ gelas air hangat sebanyak 3 kali sehari. Nyatanya, setelah menghabiskan Rp30-juta, kadar CEA malah melambung menjadi 12 g/ml. Hasilnya sama sewaktu kelahiran 1944 itu mencoba herbal alternatif lain. Pada Agustus 2010, Dharma akhirnya menyerah. Ia menuruti saran dokter untuk menjalani kemoterapi yang selama ini ia hindari.

Sirsak

Namun, Dharma terkejut bukan kepalang. Setelah menjalani 4 kemoterapi kadar CEA justru melonjak 89,63 g/ml pada Januari 2011. Hasil pemeriksaan pada 17 Januari 2011 pun serupa: CEA 98,98 g/ml. Trombosit pun ikut melorot jadi 67.000 (kadar normal 150.000). Turunnya trombosit alias sel darah merah yang berperan dalam proses pembekuan darah memang salah satu efek kemoterapi. Kondisi yang sangat lemah membuat dokter membatalkan kemoterapi lanjutan. Pada saat itulah sang adik, Karmadibrata, menyarankan untuk menjalani pengobatan alternatif.

Oleh dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir, dokter dan herbalis, di Tangerang, Banten, Dharma diberi ramuan terdiri dari ekstrak daun sirsak Annona muricata, sambiloto Andrographis paniculata, temu mangga Curcuma mangga, dan jus kulit manggis.

Merujuk hasil riset Dr Jerry McLaughlin dari Universitas Purdue, Amerika Serikat daun sirsak mengandung senyawa acetoginins yang terdiri annomuricin E yang bersifat sitotoksik atau membunuh kanker. Senyawa aktif yang disintesis dari kerabat mulwo itu berdasarkan riset McLaughlin memiliki dosis efektif 6,68 x 10-2 terhadap beberapa sel uji kanker termasuk HT-29 atau kanker kolon. Namun, menurut Paulus, untuk pengobatan kanker tidak bisa dilakukan secara tunggal. “Tanaman obat harus dicampur sehingga efek kerjanya sinergis dan maksimal,” tutur dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu. Kombinasi herbal juga untuk menetralisir efek samping.

Dua pekan konsumsi, Dharma bernapas lega. Kadar CEA turun drastis jadi 60,66 g/ml; kadar trombosit terkerek jadi 74.000. Menurut Paulus, kandungan andrografolida dalam sambiloto dimanfaatkan sebagai immunostimulan kekebalan tubuh dengan mendongkrak kadar limfosit dan interleukin-2. Selain itu mempertinggi tumor nerosis factor-alpha (TNF-α) sehingga aktivitas sitotoksis limfosit meningkat terhadap sel darah merah dan berefek antikanker.

Temu mangga kaya antioksidan yang berfungsi mencegah kerusakan deoksiribonukleat alias senyawa penyusun gen. Kandungan kurkuminnya berperan mencegah peradangan atau inflamasi. Sementara itu jus kulit manggis kaya antioksidan. Setiap 100 ounce terkandung 17.000 - 20.000 orac alias oxygen radical absorbance capacity. Orac merupakan kemampuan antioksidan untuk menetralisir radikal bebas penyebab penyakit degeneratif seperti kanker.

Pemeriksaan 12 Februari 2011, kadar CEA pun kembali turun jadi 58,06 g/ml, trombosit naik 2 kali lipat jadi 130.000. Pemeriksaan terakhir 1 Maret 2011, kadar CEA jadi 41,42 g/ml dan trombosit normal di kisaran 150.000. Menurut Paulus, kondisi Dharmamembaik ditandai menurunnya kadar CEA dan naiknya jumlah trombosit. Toh, Paulus menyarankan Dharma untuk tetap mengonsumsi ramuan dan menjaga pola hidup sehat. Berkat gabungan kekuatan sirsak dan herbal lain, tubuh Dharma pun terselamatkan dari “kudeta” kanker. (Faiz Yajri:/Peliput: Rosy Nur Apriyanti dan Sardi Duryatmo

)SUMBER : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5273:pembebas-derita-kanker-usus&catid=81:topik&Itemid=520

Graviola untuk Kanker Otak

Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Sedianya Nelleke Sosromihardjo menghadiri pesta pernikahan adiknya pada Juli 2009. Namun, usai mandi dan berpakaian rapi, bukannya berangkat ke pesta, tetapi ia justru tidur pulas di kamarnya.


anak-anaknya lebih dulu berangkat ke pesta pernikahan karena membawa kue dan penganan lain. Sedangkan suaminya berangkat dari kantor. Keesokan harinya keluarga bertanya alasan Nelleke tak menghadiri pesta pernikahan sang adik. Nelleke kaget, “Oh ya… padahal, kemarin saya sudah mandi. Kok lupa ya?” Ia benar-benar alpa bahwa kemarin adiknya melangsungkan pernikahan. Nelleke Sosromihardjo lupa menepati janji.

Setelah kejadian itu, ingatannya malah memburuk. Perempuan 53 tahun itu tak dapat mengetahui nama hari atau nama benda di sekitar dia. Jika minta tolong kepada pramuwisma untuk mengambil sesuatu, ia hanya menunjuk benda yang dimaksud, tanpa menyebut namanya. Ia sering salah sebut nama hari atau tanggal. Meski demikian ia bersikeras dirinya yang benar. Bahkan, pada siang hari yang terang benderang, ia tidak tahu apakah itu pagi, siang, sore, atau malam.

Tanpa respon

Keluarga membawa Nelleke ke sebuah rumahsakit di Jakarta Selatan pada Juli 2009 karena kondisinya kian mengkhawatirkan. Setelah melalui pemeriksaan intensif, antara lain dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI magnetic resonance imaging), dokter mendiagnosis Nelleke positif kanker otak. Sel kanker metastasis ke pelipis kanan dan menekan saraf-saraf motorik di kepala.

Untuk mengatasi penyakit ganas itu, dokter menyarankan agar Nelleke menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sayangnya, di rumahsakit itu fasilitas tak begitu lengkap sehingga dokter merujuk ke rumahsakit lain di Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pascaoperasi Nelleke mengonsumsi lebih dari 5 jenis obat 3 kali sehari. Kondisi kesehatan Nelleke pun berangsur pulih. Ia mampu menyebut nama-nama benda di sekitarnya.

Namun, sepuluh bulan berselang, pada Mei 2010, tiba-tiba kondisi Nelleke memburuk. Dokter yang dulu menangani Nelleke dalam operasi, memang telah memprediksi bahwa dalam setahun mendatang sel kanker tumbuh lagi. Nelleke tak mampu berkomunikasi. Jika keluarga atau kerabat memanggil namanya, ia tak menyahut. Menurut suster yang merawat di rumah, Nelleke menolak makan dan minum. Ibu tiga anak itu tidak mau melakukan apa pun. Adik Nelleke, Tirza Tuwahatu, yang menjenguk melihat kondisi Nelleke yang datar. “Matanya kosong, ia menatap ke depan dan tidak ada reaksi, meski namanya dipanggil,” kata Tirza.

Keluarga kembali membawa Nelleke itu ke rumahsakit di Kota Tangerang Selatan. Menurut dokter yang memeriksanya, kondisi Nelleke memburuk juga diperparah oleh karena perawat di rumah tak memberikan obat. Perawat tak telaten karena untuk minum satu obat, Nelleke membutuhkan 15 menit. Harap mafhum, fungsi motorik tenggorokannya belum pulih benar. Tirza sebenarnya curiga karena tiap kali bertanya kepada perawat, apakah sudah memberikan obat, ia selalu menjawab sudah.

Padahal, dengan obat yang begitu banyak seharusnya perlu waktu agak lama untuk meminumkannya. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa kanker otak membesar dalam sembilan bulan sejak operasi pada Agustus 2009. Untuk mengatasinya, Nelleke menjalani lima kali kemoterapi pada Juni 2010. Setelah operasi kedua, keadaan Nelleke berangsur-angsur pulih.

Ia bisa berjalan, meski perlahan-lahan. Selain itu memori Nelleke tampak lebih baik. Ia mampu mengingat dan menyebut nama-nama benda setelah operasi kedua. Namun, pada pertengahan Agustus 2010, ia bagai tak putus dirundung malang. Nelleke mendadak tidak bisa berjalan sehingga memerlukan bantuan orang lain dengan duduk di atas kursi roda. Saat itu ia juga kesulitan berbicara. Kesehatannya kembali memburuk.

Untuk ketiga kalinya, keluarga bergegas membawa Nelleke ke rumahsakit. Mengutip pendapat dokter, Tirza Tuwahatu mengatakan bahwa kemoterapi tidak memberikan pengaruh positif, justru merusak organ tubuh lain. Obat kemoterapi sama sekali tidak menyentuh sel kanker. Akibatnya sel kanker kembali membesar beberapa milimeter. Menurut dr Andhika Rachman SpPD, ahli kanker dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, keberhasilan kemoterapi konvensional untuk mengatasi kanker otak memang kecil.

Tingkat keberhasilan kemoterapi cukup baik untuk kanker otak jinak seperti meningioma dan jika hanya sedikit massa yang diambil. Artinya sel kanker masih kecil. Namun, setelah kemoterapi biasanya pasien mengalami gejala sisa mirip pasien stroke. “Makin besar massa kanker, makin besar pula gejalanya,” kata dr Andhika Rachman SpPD. Itulah sebabanya pengobatan kanker otak sebaiknya dengan penyinaran lebih banyak dan operasi pengangkatan.

Masih misteri

Andhika Rachman dari Divisi Hematologi-Onkologi Medik Rumahsakit Ciptomangunkusumo mengatakan bahwa sampai saat ini penyebab pasti munculnya kanker otak masih misteri. Tidak seperti kanker paru yang diakibatkan kebiasaan merokok. Gejala awal kanker otak berupa sakit kepala yang makin lama bertambah intensitasnya berbanding lurus dengan besarnya massa kanker di otak. Artinya, ketika massa sel kanker bertambah besar, maka intensitas sakit juga meningkat.

Selain itu, “Rasa sakit tergantung dari struktur organ yang ditekan oleh kanker. Sebab, kepala atau tengkorak bersifat rigid, tidak bisa mengikuti pertambahan volume sehingga massa otak terimpit,” ujar dokter alumnus Universitas Indonesia itu. Oleh karena itu gejala neurologis yang timbul akibat sel kanker sangat tergantung pada bagian yang didesak. Kadang-kadang muncul sakit kepala dengan penglihatan ganda atau diplopia. Menurut Rachman itu akibat daerah percabangan saraf atau optik bagian depan terserang sel kanker.

Namun, jika di daerah belakang yang terserang kanker, maka menyebabkan gangguan keseimbangan. Pada umumnya penderita kanker otak merasakan sakit kepala yang hebat sekali. Sialnya, meski pasien disiplin mengonsumsi obat analgetik, tak cukup untuk meredakan sakit hebat itu. “Bila posisi kanker di daerah lindik, kadang-kadang emosinya berubah-ubah,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu. Harap mafhum, lindik memang berfungsi sebagai pengatur pusat emosi.

Singkat kata tulang tengkorak bersifat rigid atau tetap. “Sakit kepala timbul karena tekanan yang tinggi,” kata Rachman. Menurut dr Budi Darmawan Machsoos SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, lokasi tumor pada organ vital lebih cepat menimbulkan keluhan atau gejala yang khas. Organ vital itu antara lain otak, paru, pankreas, dan ginjal. Semakin lanjut stadium tumor, maka kian banyak keluhan.

Andhika Rachman mengatakan bahwa deteksi dini sel kanker paling bagus agar dapat penanganan tepat. Namun, pada kasus kanker otak, tidak semua bisa diangkat. Sebab, prinsip pengangkatan sel kanker termasuk area di sekitarnya hingga margin 2 mm. “Jika area dengan margin 2 mm diambil, massa otak bisa habis,” kata Rachman. Oleh karena itu pengangkatan kanker otak sebaiknya ketika sel kanker masih kecil atau belum menekan saraf otak.

Mengecil

Ketika kondisi Nelleke tak kunjung membaik, Tirza memberikan ekstrak daun sirsak dan herbal lain seperti sambiloto atas saran seorang herbalis. Sambiloto Andrographis paniculata berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Nelleke. Ketika kekebalan tubuh meningkat, mampu mengatasi gangguan kesehatan. Tirza menuangkan isi kapsul, mencairkan, dan memberikan kepada Nelleke. Dosis masing-masing satu kapsul tiga kali sehari.

Menurut dr Andhika Rachman SpPD herbal sebagai terapi suportif seperti dilakukan Nelleke bagus sekali. “Pertama, karena adanya senyawa antikanker dalam herbal itu. Kedua, akan meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Rachman. Ia tidak menyarankan herbal, tapi juga tidak melarang jika pasiennya ingin meminumnya. Yang penting dosisnya jelas.

Perkembangan signifikan terjadi setelah 12 hari Nelleke rutin mengonsumsi kapsul daun graviola alias sirsak. “Ia sudah bisa merespon jika ada yang memanggil namanya, diajak bicara sudah bisa menjawab meski masih terbata-bata. Ia pun bisa mengangkat tangannya setinggi bahu,” kata Tirza. Saat ini pengobatan Nelleke hanya berupa ekstrak herbal seperti daun sirsak dan sambiloto serta fisioterapi. Ahli fisioterapi dari sebuah rumahsakit di Jakarta Barat datang ke rumah Nelleke di Jakarta Selatan. Frekuensi fisioterapi tiga kali sepekan masing-masing selama satu jam.

Nelleke memeriksakan diri terakhir pada awal Maret 2011. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa ukuran sel kanker mengecil. Sayang, ketika Trubus ingin melihat hasil rekam medis, Nelleke dan Tirza belum dapat memberikan. Sebab, anak-anaknya yang bermukim di Bandung membawa rekam medis itu. Informasi itu Trubus peroleh, setelah pulang liputan di Bandung. Trubus mewawancarai Nelleke di Jakarta.

Perihal membaiknya Nelleke dari kanker otak belum ada riset ilmiah yang mampu menjelaskan secara rinci. Uji praklinis daun sirsak pada umumnya untuk mengatasi kanker serviks, payudara, prostat, kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin, pun menggunakan ke-7 sel kanker itu. Prevalensi kanker otak memang relatif rendah ketimbang kanker payudara, misalnya.

Menurut data Direktorat Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada 2007, pasien kanker terbanyak yang dirawat di rumahsakit adalah pasien kanker payudara mencapai 8.277 orang, kanker serviks (5.786), kanker hati (4.759), dan leukemia (3.645). Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin. Mereka menemukan senyawa aktif acetogenins di dalam daun anggota famili Annonaceae itu.

Uji praklinis membuktikan bahwa acetogenins menghambat adenosina trifosfat (ATP), sumber energi bagi sel kanker. Padahal, sel kanker memerlukan banyak energi karena pembelahan yang sangat cepat. Akibat penghambatan itu maka sel kanker kekurangan pasokan energi sehingga akhirnya sel kanker mati. Acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP; sel-sel lain yang normal di dalam tubuh, tak diserang.

Jerry McLaughlin bersama Gina Belessa dan Jerry Loren memang meriset khasiat antikanker otak. Namun, mereka memanfaatkan pawpaw Asimina triloba. Antara sirsak Annona muricata dan pawpaw Asimina triloba memang masih sekerabat. Kedua tanaman itu sama-sama anggota famili Annonaceae. McLaughlin memberikan ekstsrak daun pawpaw kepada enam penderita kanker otak pada Februari 2003. Namun, Journal of Application Publication yang terbit pada 16 Juli 2009, hanya menyebutkan kondisinya membaik (feeling well).

Perbaikan kesehatan Nelleke relatif bagus karena mampu merespon ketika kerabat dan keluarga memanggil namanya. Ia juga dapat menyebut nama benda-benda di sekitarnya. Padahal, secara medis semula tak ada harapan. Ekstraksi daun sirsak dan daun sambiloto telah membangunkan harapan keluarga Nelleke. Tentu saja itu bukan segala-galanya. Sebab, kepedulian keluarga, jiwa, sikap, gaya hidup juga menentukan kesembuhan seseorang. (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati)

SUMBER : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5274:graviola-untuk-kanker-otak&catid=81:topik&Itemid=520

Penggempur Kanker Mahkota Kedua

Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Riset menunjukkan acetogenins pada daun sirsak mampu menggempur sel kanker payudara. Dua perempuan ini membuktikan.

Ditemui di rumahnya, perumahan Kodam, Bintaro, Tangerang, Yoan tampak sumringah. Ia seakan tak peduli dengan kanker payudara yang menderanya. Setiap pagi ia tak pernah absen berjalan kaki mengelilingi kompleks. Aktivitas lain tetap dijalani seperti biasa. Pantas kalau para tetangga tidak mengira perempuan kelahiran Nanggroe Aceh Darussalam 45 tahun silam itu mengidap penyakit mematikan.

Padahal, sel kanker sebesar telur ayam kampung di payudara kirinya bersemayam sejak November 2010. Benjolan yang teraba Yoan ketika mandi di suatu pagi segera dikonsultasikan kepada dokter di sebuah rumahsakit di Jakarta. “Harus operasi karena kanker sudah stadium 4,” jawaban dokter pendek. Menurut dr Andhika Rachman Sp Pd kanker disebut stadium 4 jika sudah menyebar ke organ-organ lain seperti tulang, paru-paru, dan darah. Satu-satunya cara untuk mengatasi dengan pengangkatan organ yang dilanjutkan dengan kemoterapi.

Mantan inspektur di sebuah perusahan kecantikan di Depok, Jawa Barat, itu menolak operasi karena biaya mahal dan sel kanker kerap muncul lagi pascaoperasi. “Toh banyak herbal yang bisa diandalkan untuk mengendalikan kanker,” pikir Yoan, yang hobi membaca buku kesehatan dan pengobatan alternatif.

Dompolan anggur

Yoan memilih mengonsumsi herbal dari China yang dibeli di agen di Jakarta. Ada 4 jenis obat dalam bentuk kapsul yang mesti diasup Yoan setiap hari dengan frekuensi dan dosis berbeda. Hasilnya? “Tak ada perubahan apa-apa. Justru setelah diperiksakan ke dokter, sel kanker menyebar ke lengan kiri hingga pergelangan, pangkal leher, dan perut,” tutur Yoan. Ketika bagian lengan diraba, terasa seperti ada dompolan anggur berukuran kecil-kecil.

Lalu dari seorang sahabat, Yoan mendapatkan informasi tentang khasiat daun sirsak sebagai penumpas kanker. Tanpa pikir panjang, keesokan hari Yoan langsung menyuruh pembantu mengambil daun sirsak dari pohon yang tumbuh di belakang pasar dekat rumah. “Setiap kali mengambil sekantong plastik penuh, supaya bisa digunakan untuk beberapa hari,” kata Yoan. Daun yang dipetik tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Yoan merebus daun graviola itu. Sekali merebus sebanyak 33 lembar dalam panci berisi 9 gelas air. Dengan api kecil mantan karyawan di sebuah tabloid olahraga terkemuka itu membiarkan proses perebusan berlangsung hingga diperoleh 3 gelas air rebusan. Jumlah itu untuk diminum 3 kali sehari setiap habis makan—pagi, siang, dan malam. Ampas sisa rebusan ia rebus sekali lagi. “Diminum hangat-hangat kuku lebih enak, tapi setelah dingin pun tidak masalah,” imbuh Yoan.

Mengecil

Berbarengan dengan itu Yoan berkonsultasi pada dokter dan herbalis di Serpong, Tangerang, Banten. Ia diminta mengonsumsi 3 jenis kapsul yang di antaranya berisi ekstrak daun sirsak. Yoan juga mesti menjalankan diet ketat makanan dan pikiran. “Di kulkas hanya ada apel, sirsak, pisang, tomat, dan wortel untuk dijus. Karena buah-buahan dan sayuran itu yang saya makan selain nasi campuran merah dan putih,” kata Yoan. Buah-buahan musiman seperti durian, rambutan, dan mangga pantang dimakan.

Yang paling berat adalah diet pikiran. “Ini yang kadang tidak bisa saya hindari. Kejadian masa lalu yang membuat saya stres dan keluar dari pekerjaan, kerap muncul,” kata Yoan. Yoan juga bangun pukul 04.00 dinihari dan langsung ke luar tanpa beralas kaki untuk mengirup oksigen serta bolak-balik menyusuri Jalan Jeruk di kompleks perumahannya sebanyak 10 kali. “Di luar itu, saya meminimalkan penggunaan telepon dan nongkrong di depan komputer untuk menghindari radiasi,” tambahnya.

Sebulan setelah mengonsumsi kapsul dan rebusan daun sirsak kondisinya terus membaik. Yoan memang belum melakukan pemeriksaan medis untuk mengecek keberadaan sel kanker. Namun yang jelas sel-sel kanker yang metastasis di tangan dan perut hilang. Sementara benjolan di payudara berkurang 2 cm. Hasil itu sejalan dengan riset Prof Soelaksono Sastrodiharjo dari Institut Teknologi Bandung dan Jerry Mclaughlin dari Universitas Purdue, Amerika Serikat.

Riset mereka melaporkan daun sirsak mengandung annomuricin E, senyawa kelompok acetogenins. Dari 14 jenis acetogenins, 13 di antaranya berpotensi menghambat multi-drug resistance (MDR) pada sel kanker payudara. Acetogenins bekerja dengan cara menghambat kinerja pembentukan ATP—e nergi—oleh mitokondria pada sel kanker.

Bantu kemoterapi

Titin Supriatin di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, juga menyandarkan asa pada daun sirsak untuk mengatasi kanker payudara yang diderita sejak 2004. Dokter memang sudah mengangkat payudara kirinya dan Titin diharuskan menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali. Hasilnya memuaskan karena setiap check up 1 tahun sekali tidak ada tanda-tanda sel menyebar ke organ lain. Hati perempuan 67 tahun itu pun tenteram.

Namun, pemeriksaan pada September 2010 begitu mengagetkan. Kanker payudara pada pensiunan kepala sekolah itu dinyatakan kambuh. Bahkan jika semula pada stadium 2, kini menjadi stadium 4. Sel-sel kanker meluas ke tulang, leher, ketiak, hati, dan paru-paru. Atas saran kakak iparnya, Hendarlin, sembari kemoterapi Titin mengonsumsi rebusan daun sirsak 2 gelas dan segelas jus sirsak sehari. Hasilnya, pada Februari 2011—setelah 6 kali kemoterapi dan rutin mengonsumsi rebusan daun serta jus sirsak—benjolan di leher, ketiak, dan payudara menghilang.

Hendarlin yakin, peran rebusan daun dan jus sirsak sangat besar pada pengobatan kasus kanker payudara adik iparnya. Musababnya, sang istri yang juga mengidap kanker payudara, tidak bisa tertolong meskipun menjalani operasi dan kemoterapi, tapi tanpa bantuan herbal.. Dengan begitu, pantaslah Yoan dan Titin optimis bisa sembuh dari derita kanker payudara. (Karjono/Peliput: Tri Istianingsih

SUMBER : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5271:penggempur-kanker-mahkota-kedua&catid=81:topik&Itemid=520

)

Mereka Bersandar pada Daunnya

Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Sirsak madu sulaeman sudah sohor di antara rekan-rekan Sulaeman, si empunya pohon. Maklum buah Annona muricata itu manis tanpa rasa asam. “Kalau saya main tenis, teman-teman pesan untuk dibawakan jusnya,” kata pengusaha tekstil di Bandung, Jawa Barat, itu. Kini tak hanya buah, daunnya pun diincar.

Harap mafhum, belakangan daun tanaman anggota famili Annonaceae itu ramai disebut-sebut memiliki khasiat antikanker. Itu seperti hasil studi oleh periset di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin dan peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD. Riset menggunakan bahan baku daun sirsak asal Garut, Jawa Barat, itu menunjukkan kandungan senyawa aktif acetogenins pada daun sirsak ampuh menumpas 7 sel kanker. Yaitu kanker serviks, payudara, usus besar, pankreas, prostat, paru-paru, dan ginjal.

Riset itu didukung oleh bukti empiris pengalaman banyak pasien kanker. Angka penanda kanker seorang pasien kanker usus di Bandung, Jawa Barat, turun setelah menelan kapsul berisi ekstrak daun sirsak. Sel kanker yang semula terdeteksi menyebar ke lengan seorang penderita kanker payudara hilang pascakonsumsi air rebusan daun sirsak dan kaspul berisi ekstrak daun sirsak.

Menurut dr Hardhi Pranata SpS MARS, acetogenins dalam daun sirsak mengendalikan mitokondria yang overacting. Mitokondria merupakan organ sel penghasil energi berupa adenosine trifosfat (ATP) yang banyak dibutuhkan sel kanker untuk berkembang. “Jika mitokondria normal maka pertumbuhan sel kanker dapat terkendali,” tutur alumnus Universitas Indonesia itu kepada wartawan Trubus, Lastioro Anmi Tambunan.

Khasiat daun sirsak pula yang kini tengah dicoba oleh Shahnaz Haque. Shahnaz diketahui menderita kanker ovarium yang menyebabkan salah satu indung telurnya diangkat pada 1998. Hingga kini ia disiplin menjalani hidup sehat dan mengonsumsi herbal untuk menjaga kesehatan tubuh. “Sebagai survival cancer kemungkinan seseorang terkena kanker kembali sangat besar,” kata herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati yang meresepkan daun sirsak untuk Shahnaz. Pantas dengan khasiatnya itu daun sirsak kini menjadi incaran banyak orang. Termasuk daun dari pohon milik Sulaeman. (Evy Syariefa/Peliput: Endah Kurnia Wirawati & Faiz Yajri)


Shahnaz Haque, “Riwayat Kanker dalam Keluarga”

“Sebagai survival cancer saya harus konsisten merawat tubuh untuk menjaga kesehatan,” tutur aktris Shahnaz Haque kepada wartawan Trubus, Endah Kurnia Wirawati. Pilihan Shahnaz antara lain jatuh pada herbal.

Aktris kelahiran 1 September 1972 itu pernah divonis menderita kanker ovarium sehingga menjalani operasi pengangkatan salah satu indung telurnya pada 1998. Dokter sempat menyebutkan istri dari musisi Gilang Ramadhan itu tidak bisa memiliki keturunan. Namun, kenyataan berkata lain, “Alhamdulillah Allah SWT masih mengizinkan saya memiliki 3 putri,” ujar ibu dari Pruistine Aisha, Charlotte Fatima, dan Mieke Namira Haque Ramadhan itu.

Menyadari “mewarisi” riwayat kanker dalam keluarga—ibunda Shahnaz meninggal karena kanker ovarium—pembawa acara di beberapa stasiun televisi swasta itu menjalani hidup sehat. Pola makannya vegetarian, tidak merokok, dan tidak minum kopi. Shahnaz pun rajin menjalani ibadah puasa.

Di luar itu Shahnaz mengonsumsi herbal. Herbal juga yang menjadi pilihan Gilang untuk mengatasi keluhan kesehatannya antara lain sinus dan asma. Menurut Shaqnaz yang diamini oleh herbalis Valentina Indrajati, peran herbal mirip sel punca yang memiliki kemampuan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sel punca biasanya diambil dari tali pusar saat bayi lahir. Hasil pemeriksaan oleh Valentina pada Shaqnazternyata terdeteksi adanya kanker pada ginjal dan ovarium meski tahap awal sekali.

Dengan riwayat kanker, Shahnaz segera mengonsumsi herbal terdiri atas daun sirsak, jamur ling zhi, benalu duku, dan temuputih. Ling zhi alias ganoderma mengandung polisakarida yang berperan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Benalu duku secara in vivo dan in vitro mampu menghambat sel kanker rahim. Kandungan mistellectin dan viscotoxin-nya membunuh sel kanker secara selektif. Sementara temuputih ampuh menghambat pertumbuhan sel kanker.

Shahnaz mengimbangi terapi itu dengan yoga. “Penyembuhan kanker secara holistik termasuk bermeditasi untuk menjernihkan pikiran dari emosi,” tutur Shahnaz yang berlatih yoga sekali seminggu. Satu setengah bulan mengonsumsi herbal Shahnaz kembali diperiksa. Hasilnya kanker pada ginjal tidak terlihat lagi, sementara pada ovarium membaik. ***


Nyoman Nuarta, “Daun Sirsak untuk Kesehatan”

Sudah setahun terakhir pematung berkaliber internasional yang mendesain dan membangun Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Nyoman Nuarta, mengonsumsi air seduhan daun sirsak. Setiap pagi ia mengambil sejumput rajangan daun sirsak kering dan menyeduhnya dengan air panas. Air seduhan itu ia minum, mirip seperti menyeruput minuman teh Camellia sinensis. “Ini untuk menjaga kesehatan,” tutur pematung kelahiran 1 November 1951 itu.

Pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS, menuturkan secara turun-temurun daun dan buah sirsak memang dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk menyehatkan tubuh. Rebusan daun sirsak yang diberi gula jawa dan air perasan jeruk lemon, misalnya, mempunyai efek relaksasi dan membuat mudah tidur. Pantas Nyoman memilih daun Annona muricata itu untuk menjaga kesehatan. ***

SUMBER : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5270:mereka-bersandar-pada-daunnya&catid=81:topik&Itemid=520

Daun Sirsak Memang Antikanker

(Bukti Ilmiah & Empiris)

“Semula saya bukan orang yang percaya herbal, tapi melihat keampuhan daun sirsak mengatasi kanker, saya kini percaya herbal,” kata Hendarlin.

Bentuk kepercayaan Hendarlin terhadap herbal antara lain dengan menanam sirsak Annona muricata di halaman depan dan belakang rumahnya. Sembilan pohon beragam umur itu tumbuh subur. Selain untuk keperluan sendiri, ia juga memberikan daun tanaman anggota famili Annonaceae itu kepada kerabat dan tetangga. Hendarlin sendiri yang menanam bibit sirsak yang kini tumbuh 1 - 1,5 meter.

Pensiunan sebuah badan usaha milik negara itu menanam sirsak untuk mengobati kekecewaannya yang tak kunjung sirna. Dua tahun silam, istri Hendarlin, Tuti, berpulang ke pangkuan Tuhan setelah tujuh tahun berjuang melawan sel kanker payudara. Hendarlin menempuh berbagai jalan untuk menggapai kesembuhan istrinya. Namun, akhirnya seperti peribahasa Latin: homo proponit, sed Deus disponit, manusia berupaya, Tuhan yang menentukan.

Sesal kemudian

Saat kerabatnya positif kanker payudara, setahun setelah kematian istri, Hendarlin memberikan daun sirsak. Kondisi kesehatan kerabatnya terus membaik dan akhirnya sembuh. Sejak itulah ia percaya khasiat herbal, terutama daun sirsak sebagai antikanker. Namun, di sisi lain, betapa menyesalnya Hendarlin. Ia merasa “gagal menyelamatkan” istrinya. “Saya sangat kehilangan dia. Sungguh ia istri yang baik dan sulit untuk mencari orang seperti dia,” kata Hendarlin sembari berlinang air mata.

Penyesalan berkepanjangan itu karena Hendarlin merasa obat kanker ternyata murah harganya dan relatif mudah untuk mendapatkannya. Namun, karena ketidaktahuannya, tentu saja alumnus Universitas Indonesia itu tak dapat memberikan daun yang kaya senyawa acetogenins kepada belahan jiwa. Senyawa itulah yang bersifat antikanker dan bekerja dengan menekan produksi adenosina trifosfat (ATP) di mitokondria. Akibatnya sel kanker kehabisan energi dan tamatlah riwayatnya.

Reni Hoegeng, anak Jenderal Hoegeng, mantan kepala Kepolisian, sejak Januari 2011 juga rutin mengonsumsi rebusan lima daun sirsak. Frekuensi konsumsi sekali sehari. Ia mengantisipasi serangan penyakit maut karena kerabatnya mengidap kista. Popularitas daun sirsak sebagai herbal antikanker memang menanjak pada empat bulan terakhir. Banyak orang kini mengonsumsi rebusan daun sirsak untuk mengatasi atau mencegah kanker, tumor, dan kista.

Padahal, semula masyarakat hanya memanfaatkan daging buahnya yang manis-masam dan kaya antioksidan itu. Daun sirsak hampir “tak terdengar” sebagai herbal antikanker, pada awalnya. Namun, kini kian banyak masyarakat memanfaatkannya. Meluasnya penggunaan daun sirsak mungkin karena masyarakat mudah memperoleh sediaan itu, murah, dan yang penting mujarab. Nelleke Sastromiharjo yang mengidap kanker otak, Titin Suprihatin (kanker payudara), Darma Adhi (kanker usus), dan Ng Tung Hauw (kanker pita suara) hanya beberapa pasien yang membuktikan khasiat daun sirsak.

Kesembuhan atau membaiknya kondisi kesehatan mereka memang bukan semata-mata karena daun sirsak. Kepedulian keluarga dan kerabat turut berperan. Itulah sebabnya di halaman sampul majalah Anda, terdapat pita berwarna lavender alias ungu muda sebagai simbol kepedulian terhadap pasien kanker. Kaum perempuan pada era Romawi kuno memanfaatkan bunga anggota famili Lamiaceae itu untuk mengharumkan air mandi dan pakaian di lemari.

Terkuaknya khasiat daun sirsak sebagai antikanker menambah khazanah pemanfaatan tanaman obat di tanahair. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan, lebih dari 9.600 tumbuhan berkhasiat obat. Namun, yang sudah kita manfaatkan baru 350 tanaman obat. Konsumsi daun sirsak secara rutin semoga seperti makna kata lavender - mencuci atau membasuh. Biarkan daun sirsak “membasuh” luka dan penyakit para pasien. (Sardi Duryatmo/Peliput: Tri Istianingsih)

sumber : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5277:daun-sirsak-memang-antikanker&catid=81:topik&Itemid=520

Daun sirsak Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

Peluang Bisnis Buah Penggerus Asam Urat

Daun sirsak Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com

UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Eureka! Srikaya ternyata saudara kembar sirsak. Temuan Dr Hamidah MKes , pengajar di Universitas Airlangga, Surabaya, itu menggembirakan lantaran sirsak sohor antiasam urat, antidepresi, bahkan berpotensi melawan kanker.

Kelemahannya, sirsak Annona muricata sulit dipelihara, sementara srikaya Annona squamosa sangat mudah dibuahkan. Srikaya kini mulai dikebunkan bes ar-bes aran, menggantikan peran sirsak sebagai buah meja berkhasiat obat.


Sirsak sulit dikebunkan secara komersial karena, “Butuh bantuan penyerbukan manusia agar bentuk buah seragam dan panen kontinu,” kata Ir Wijaya MS, mantan peneliti sirsak di Bogor, Jawa Barat. Lain halnya dengan srikaya. “Tak perlu penyerbukan buatan. Cukup dengan pemangkasan dan potong bunga, tanaman berbuah lebat karena serangga yang jadi agen penyerbuk,” kata Eddy Soesanto, penangkar buah di Cijantung, Jakarta Timur (baca: Rangsang New Varietas Berbuah Lebat, hal 18—19).

Perbedaan sirsak dan srikaya memang hanya terletak pada kemudahan berbuahnya saja. Sementara khasiatnya persis sama. Penelitian Hamidah membuktikan, secara genetik kandungan senyawa kimia keduanya sama sehingga bermanfaat sama. Itu kabar gembira karena sirsak sebagai buah meja mengandung banyak kelemahan: sulit mencari yang manis, mudah busuk, dan sulit dibuahkan; srikaya, manis, mudah dibuahkan, tahan hingga 2 minggu.

Setahun belakangan sirsak populer sebagai buah sehat. Itu berkat tabir yang dikuak The Health Sciences Institute di Amerika Serikat 5 tahun silam. Mereka melaporkan sirsak mengandung senyawa annonaceous acetoginin yang berperan sebagai antitumor dan antikanker. Kekuatan senyawa itu 10.000 kali lipat lebih efektif memperlambat sel kanker ketimbang kemoterapi. Ia juga bermanfaat mengendalikan tekanan darah tinggi, mengatasi depresi, mengatasi asam urat, dan memperbaiki sistem saraf.

Berdasarkan penelitian Hamidah, srikaya pun mestinya mengandung khasiat serupa. “Seluruh keluarga nona mengandung senyawa asetoginin,” kata master kesehatan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

Daging buah srikaya juga berpotensi antikanker. Senyawa aktif pada srikaya bersifat sitotoksik terhadap sel tumor penyebab prostat. “Secara empiris buah keluarga nona disarankan untuk penderita asam urat,” kata Wahyu Suprapto, herbalis di Malang, Jawa Timur, yang juga dosen tamu di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.

Menurut Dr Zen Djaya, herbalis di Malang, Jawa Timur, buah keluarga nona mengandung vitamin B , vitamin C, dan antioksidan tinggi yang berperan memperbaiki sistem enzim dalam tubuh. Termasuk enzim urikase yang menguraikan asam urat menjadi alantonim yang larut dalam air sehingga mudah dibuang melalui air seni.

Marak dikebunkan

Toh, kabar itu bukan pemicu maraknya pekebun menanam srikaya. Sejak bibit srikaya new varietas dijual pertama kali pada 2004 pekebun antusias membudidayakannya. Sebab mudah berbuah dan rasanya luar biasa manis. Daya tahannya juga relatif lama. Semula hanya Prakoso Heryono penangkar buah dari Demak yang memperbanyaknya.

Ia membeli 7 bibit new varietas di pameran Suan Luang, Bangkok, pada 2003. Setahun ditanam sudah berbuah. Buah yang muncul jumbo berbobot 400—1.000 g. Penampilan juga menarik: kulit buah hijau kekuningan, lekukan kulit tidak terlalu dalam, kulit tipis, dan biji sedikit. “Makanya rasa manis dan lembut di lidah tidak terganggu kehadiran biji,” kata Prakoso. Buah berbobot 600 g hanya memiliki 14 biji. Bandingkan dengan srikaya lokal. Buah mungil dengan bobot 150—200 g per buah tapi dipenuhi 30 biji.

Gregori Garnadi Hambali, ahli Botani di Bogor, menyebut srikaya sebagai buah agregat, terbentuk dari banyak bakal buah dari satu bunga. Bakal buah yang terserbuki menghasilkan biji sehingga tumbuh membesar. Srikaya itu masih dipasarkan eksklusif di gerai-gerai buah modern. Pemasoknya baru 4 pekebun: kebun Plantera di Kendal, Roy Manakit di Kalimantan Tengah, Handoko di Bogor, Jawa Barat, dan Soeharto di Bekasi. Produksi mereka akan segera ditambah para pekebun yang tersebar di berbagai daerah.

Beberapa di antaranya Putu Soeranto di Leuwiliang, Bogor; Dedi Harianto di Ciapus, Bogor; Asep Garlih di Ciamis. Di Jawa Timur ada Yuda di Sidoarjo, Azis Budiman di Malang, dan Bunyamin di Lumajang. Sementara di sentra srikaya Jawa Tengah dikebunkan di Demak, Temanggung, Sragen, dan Kendal .

Semua menanam varietas serupa: srikaya new varietas yang bibit awalnya berasal dari Prakoso. Di pasar, buah introduksi itu bersaing dengan srikaya jumbo asal Australia, Taiwan, dan Thailand yang selalu mengisi gerai Toko Buah Segar Hokky di Surabaya. Buah impor itu datang 3 kali setahun dengan volume pasokan 120 kg sekali datang. Padahal menurut Haryanto, quality control bagian buah impor Hokky, volume bisa ditingkatkan 3 kali lipat sepanjang tahun jika pasokan tersedia.

Banyak diminta

Pemasok srikaya terbesar saat ini PT Cengkeh Zanzibar dengan bendera Kebun Plantera di Ngebruk, Kendal, Jawa Tengah. Di sana tumbuh 7.031 tanaman berjarak 3,5 m x 3,5 m. Sebanyak 1.031 tanaman berumur 3 tahun sudah berbuah. “Desember 2009—Januari 2010 kemarin panen raya pertama,” kata Hari Yasafat, bagian pemeliharaan Kebun Plantera.

Total volume panen 50.000 buah. Terbagi atas 4 kelompok: bobot minimal 400 g (grade A bernama dagang, pesona), bobot 300—400 g (B/prima), bobot 200—300 g, dan bobot kurang dari 200 g. Dua terakhir tidak dilabeli nama dagang. Kualitas AB dijual Rp40.000 per kg dan BC Rp20.000 per kg. Buah ludes diserap toko buah modern dan supermarket di Semarang, Jawa Tengah.

Belakangan pasar swalayan Hero minta pasokan rutin 1,5 ton per pekan. Itu untuk mengisi 15 gerai di Jakarta masing-masing diisi 80—100 kg per pekan. “Pada saat panen raya saja jumlah sebanyak itu baru bisa dipenuhi setiap 2 minggu. Kami kewalahan,” kata Rifi Nurliztianin, bagian pemasaran Ibana—yang mendistribusikan hasil panen Kebun Plantera. Pien Sanjaya, asisten direktur PT Cengkeh Zanzibar, menyebut Plantera baru mengisi 15% dari total serapan yang diminta berbagai toko buah.

Pernyataan Pien bukan omong kosong. Rully H, bagian pembelian Mulia Raya, pemasok buahbuahan di Jakarta, mengatakan permintaan untuk menyalurkan srikaya new varietas di Jakarta belum dipenuhi Kebun Plantera. “Untuk penuhi kebutuhan sendiri mereka masih kesulitan,” kata Rully. Saat Rully memajang srikaya new varietas di pameran Agrinek, di Jakarta, pertengahan Maret 2010. banyak konsumen tertarik.

Penelusuran Trubus saat ini new varietas mengisi pasar Jakarta seperti Ranchmarket, Toko Buah Rejeki, Total Buah Segar, Food Hall, Farmer Market, dan Raja Fresh. Di sana harga new varietas dibandrol Rp60.000—Rp95.000 per kg. “Serapan terbesar di toko buah yang banyak warga Tionghoa. Contohnya di Kebonjeruk, Jakarta Barat. Permintaan bisa di atas 15 kg per minggu,” kata Doni Donald yang pernah menangani pembelian buah di Rancmarket dan Kemchick.

Menurut Doni volume itu bisa berlipat 2—3 kali bila harga srikaya terkoreksi. “Kalau harga Rp 30.000 per kg, maka serapan pasar bisa berlipat,” katanya. Menurut Suko Budi Prayoga SE, penangkar di Semarang, biaya produksi new varietas hanya Rp16.000 per kg. Dengan harga jual Rp30.000/kg pekebun tetap meraih laba memadai. Lantaran tertarik keuntungan itu Suko menanam 100 srikaya new varietas di lahan 1,3 ha di Gunungpati, Semarang.

Ir Arief Daryanto MEc PhD, direktur program Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor, mengatakan masuknya srikaya jumbo impor dan produksi pekebun lokal menunjukkan ada pasar riil yang belum bisa disediakan srikaya lokal yang selama ini tumbuh di Indonesia. Arief mengatakan bila harga srikaya impor Rp85.000—Rp95.000 per kg, maka srikaya new varietas hasil budidaya di Indonesia bisa lebih murah. “Logikanya panen dari kebun lokal memangkas biaya transportasi. Syaratnya teknologi budidaya dikuasai dan dikebunkan dalam skala ekonomis,” katanya.

Batu kerikil

Meski demikian bukan berarti mengebunkan srikaya semudah membalik telapak tangan. Sucipto Buwono, pekebun di Ciamis, Jawa Barat, kecewa lantaran 400 new varietas tumbuh nglancir. Panen perdana buah bersosok kuntet dan berbiji banyak. Kebun srikayanya telantar dan tak terurus. Cipto justru beralih mengebunkan pepaya dan jati.

Rudi Susanto di Ungaran, Kabupaten Semarang, menunda perluasan tanam lantaran 17 srikaya new varietas yang diuji coba tak berbuah maksimal. Tanaman berumur 2 tahun hanya berproduksi 5 kg per tanaman per musim. Sementara produksi tanaman umur 3 tahun hanya 10 kg per tanaman. Padahal, di kebun lain tanaman berumur 2 tahun minimal 15 kg. “Mungkin karena lahan bekas sawah sehingga tanaman tergenang air kala hujan,” kata Rudi.

Semula Rudi berniat mengembangkan srikaya seluas 30 ha di 3 lokasi: Blitar, Banyuwangi, dan Kendal. “Saya tunda dulu. Bila di lahan kering berhasil, baru penanaman secara serentak,” katanya. Sementara pekebun lain di Jawa Barat banyak menemui kendala kulit buah yang menghitam. Di Demak hanya 30% dari 2000 tanaman yang tumbuh baik, sisanya merana.

Di negeri asal

Menurut Dr Mohamad Reza Tirtawinata MS, pengamat buah tropika, di negeri asal new varietas—Australia—srikaya jumbo dikembangkan besar-besaran. RJ Nissen, LG Smith, RH Broadley, dan AP George peneliti di Maroochy Research Station, Australia, mengatakan meski bukan asli setempat, Benua Kanguru menjadi produsen srikaya terbesar di dunia. Negara itu serius mengebunkan sejak 1940 dan berkembang pesat 20 tahun terakhir. “Saat saya berkunjung pada 2.000, Maroochy giat menyilangkan antarvarietas bahkan antarspesies,” kata Reza.

Sebanyak 80% penanaman jenis african pride karena gampang dikebunkan dan berbuah. Sayang, ia kurang disukai pasar karena tekstur agak keras dan kulit kehitaman. Sisanya pinks mammoth dan hillary white. Riset pasar Maroochy melaporkan konsumen justru menyukai pinks mammoth yang bertekstur lembut dan sedikit berbiji. Ironisnya pinks mammoth dikebunkan terbatas karena sulit berbuah. Ia butuh bantuan penyerbukan manusia.

New varietas yang diduga muncul hasil pemuliaan Maroochy pada 1998 itu menggabungkan 2 kelebihan: tekstur lembut, manis, dan mudah dikebunkan. Makannya Prakoso menjuluki new varietas sebagai generasi ke-2 pinks mammoth. “Konsumen srikaya di Australia kebanyakan orang Asia seperti Thailand, Vietnam, dan Indonesia dari etnis China,” kata Reza. Kebun new varietas di Taiwan dan Thailand juga terbatas.

Itulah yang menjelaskan, meski Hariyanto dari Hokky Surabaya butuh pasokan 50 kg per 2 hari, tetap saja Australia tak mampu penuhi. “Di luar negeri masih langka, Indonesia bisa menjadi pioner karena di Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, srikaya lokal sudah populer. Membuka pasarnya tidak terlalu sulit,” kata Suko Budi. Tertarik mencicip atau mengebunkan buah nona berkhasiat obat? (Destika Cahyana/Peliput: Argohartono Arie Raharjo, Faiz Yajri, Imam Wiguna, Nesia Artdiyasa, dan Rosy Nur Apriyanti)

Keterangan foto

  1. Srikaya
  2. Kebun srikaya terbesar di tanahair. PT Cengkeh Zanzibar menanam 7.031 srikaya new varietas di Kendal, Jawa Tengah
  3. Srikaya new vareitas bertekstur halus, lembut, dan sedikit biji. Dari buah berbobot 600 g hanya ditemukan 14 biji. Beda dengan srikaya lokal dengan bobot 200 g tapi memiliki 30 biji
  4. Rudi Susanto berencana mengembangkan new varietas di Blitar dan Banyuwangi, Jawa Timur, juga di Kendal, Jawa Tengah, masing-masing 10 hektar
  5. Di Ranchmarket Jakarta, srikaya new varietas dibandrol Rp75.000/kg
  6. Dr Hamidah MKes, kuak tabir genetika keluarga nona
  7. Di Toko Buah Segar Hokky Surabaya, srikaya lokal dari Madura dan Tuban mengisi kekosongan pasar srikaya asal Australia yang masuk setahun 3 kali
  8. Di kebun srikaya disortir jadi 4 kelompok berdasarkan bobot: >400 g, 300—400 g, 200—300 g, dan < 200 g
  9. Srikaya new varietas berbuah lebat di umur 2,5 tahun, produksi rata-rata 50 buah/pohon

Switch to our mobile site